All Categories

  • All Categories
  • Craft Supplies & Tools
  • Fabrics & Yarn
  • Food & Beverage Natural Fiber
  • Home Decor & Living
  • Machnery & Process
  • Natural Fiber Material
  • Natural Fiber Plantation
  • Training
  • Weaving Supplies & Tools
  • Fashion & Accesories
Sign in or Join My Site Wish List (0)

Menuju Industri 4.0, Pertamina Jadikan Limbah Daun Nanas Pengganti Fiberglass

Menuju Industri 4.0, Pertamina Jadikan Limbah Daun Nanas Pengganti Fiberglass

Fatmawati Ade, salah satu petani di Luwuk, Sulawesi Tengah mengaku bisa memperoleh rata- rata penghasilan sekali panen dari menjual daun nanas sebesar Rp1.000.000 atau Rp2.500 per kg dari  lahan nanasnya dengan seluas 3.000 M2. Jumlah tersebut meningkat drastis apabila pohon nanas sepenuhnya diganti setelah 3 kali panen. “Setiap satu kali panen daun nanas terluar sudah mulai tua dan jika dibiarkan akan layu sendiri, bersyukur setelah ada kerjasama bisa mendapat tambahan keuntungan lain,” terangnya. Pendapatan Fatma tersebut disebabkan  karena kini daun nanas mulai  dimanfaatkan sebagai olahan alternatif. Inovasi ini “ditemukan”   Tim Project Collaboration Improvement (PCP) Gammara dari PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi. Tim tersebut melakukan inovasi memanfaatkan limbah daun nanas sebagai pengganti fiberglass. Pemanfaatan itu berdampak baik pada lingkungan dan petani. Dampak baiknya pada lingkungan karena  berbahan nabati dan ramah lingkungan, sedangkan bagi petani dari segi ekonominya. Fiberglass sendiri merupakan material yang menjadi komponen utama bodi kapal ringan, digunakan untuk memperbaiki kapal yang mengalami kebocoran.

Daun nanas yang merupakan material residu serta lebih mudah untuk didapatkan, digunakan sebagai bahan dasar pengganti material sintetis atau kimia seperti fiberglass. Cara pembuatan daun nanas menjadi pengganti fiberglass tidak terlalu rumit. Daun yang sudah dikumpulkan  selanjutnya diolah kembali hingga menjadi serat daun nanas. Serat daun nanas inilah yang diproses menjadi bahan siap pakai atau patch sebagai pengganti bahan fiberglass untuk perbaikan kapal fiber yang rusak atau mengalami kebocoran. Patch serat daun nanas ini dikemas dalam bentuk paket bersama dengan resin dan katalis sebagai bahan campuran untuk perekatan. Penggunaannya pun sangat mudah, cukup dengan menuangkan cairan resin dan katalis ke dalam kemasan patch yang berisi serat nanas lalu campurkan hingga rata. Setelah itu, patch tersebut dapat ditempelkan ke bagian yang bocor untuk selanjutnya didiamkan 2-3 jam hingga kering. GM Marketing Operation Region VII PT Pertamina (Persero), Werry Prayogi mengatakan, inovasi itu berdampak positif terhadap penghematan biaya serta waktu perbaikan kapal di Pertamina. “Melalui pembuatan dan penggunaan patch berbahan serat daun nanas, dapat menghemat biaya operasional senilai Rp413 juta per tahun. Itu pun baru di Sulawesi saja,” ujarnya Apa yang dilakukan  Tim PCP Gammara dengan menyulap daun nanas menggantikan fiberglass merupakan salah satu langkah Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang berwawasan global untuk menuju industri 4.0 dengan menciptakan inovasi  ramah lingkungan yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya inovasi tersebut, semoga petani nanas Indonesia bisa tersenyum lebar.

Artikel ini dari Klikhijau.com dengan judul: Menuju Industri 4.0, Pertamina Jadikan Limbah Daun Nanas Pengganti Fiberglass https://klikhijau.com/read/menuju-industri-4-0-pertamina-jadikan-limbah-daun-nanas-pengganti-fiberglass/